Buah Pikiran Para Perancang Masa Depan

Estetika Art Deco dalam Karya Schoemaker

In Charismatika Chinitra on June 16, 2012 at 8:07 am

Charismatika Chinitra

Estetika adalah seni meletakkan benda di tempat yang benar sehingga menghasilkan keindahan dan keterpaduan yang serasi. Estetika dalam asitektur adalah nilai yang menyenangkan mata dan pikiran yang berupa nilai bentuk dan ekspresi. Keindahan bentuk merupakan keindahan yang bersifat nyata, fisik, dan dapat diukur. Sementara keindahan ekspresi lebih cenderung bersifat abstrak, tergantung dari pesan estetis yang ingin disampaikan oleh desainernya. Keindahan bentuk memiliki dasar tertentu, yang disebut sebagai prinsip estetika seperti keterpaduan, keseimbangan, proporsi, dan skala. Keindahan ekspresi timbul dari pengalaman melihat dan mengamati dalam konteks arsitektur. Oleh karena itu hal yang dapat dilihat adalah bentuk.

Advertisements

Kerohanian Berbalut Sekulerisme

In Apriani Kurnia Sarashayu on June 9, 2012 at 9:37 am

Apriani Kurnia Sarashayu

Apa yang terlintas di pikiran ketika mendengar kata gereja? Tentunya sebuah bangunan yang memiliki halaman tersendiri, mempunyai  jemaat yang berbondong-bondong datang pada hari minggu/hari besar lain, terdapat menara tinggi berisi lonceng pemanggil  jemaat beribadah, mempunyai langit-langit tinggi yang monumental, memiliki ornamen-ornamen yang indah (khususnya pada gereja Katolik), dan sebagainya. Definisi gereja sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah  1 gedung (rumah) tempat berdoa dan melakukan upacara agama Kristen: di situ ada — yg besar; 2 badan (organisasi) umat Kristen yg sama kepercayaan, ajaran, dan tata cara ibadahnya ( — Katolik, — Protestan, dsb). Dari uraian tersebut dapat dikatakan bahwa gereja dipandang dari dua sudut yaitu dari segi fisik dan dari segi non-fisik. Dari segi fisik yaitu berupa bangunan yang menaungi dan dari segi non-fisik yaitu dari jemaat dan perkumpulan yang beribadah di dalamnya.

Hotel Indonesia dan Gedung DPR/MPR RI: Pergolakan Politik Era 60-an di Jakarta

In Derrick Andika Juda on June 2, 2012 at 9:38 am

Derrick Andika Juda

Konteks Sejarah dan Politik Pada Periode 1960-an

Tahun 1960-an merupakan periode terpenting dalam sejarah bangsa Indonesia. Banyak peristiwa penting yang mempengaruhi perkembangan bangsa Indonesia terjadi pada periode ini. Dekade 1960-an dimulai dengan peristiwa pembebasan Irian Barat dari penjajahan Belanda pada tahun 1960-1962, kemudian berlanjut dengan konfrontasi Indonesia-Malaysia yang berujung pada keluarnya Indonesia dari PBB pada tahun 1962-1965. Pada masa yang sama, kemunculan Nefos (New Emerging Forces) yang diprakarsai oleh presiden Soekarno ikut menambah daftar peristiwa penting pada periode 1960-an. Semua peristiwa tersebut ditutup oleh peristiwa G30S pada tahun 1965 dan kejatuhan presiden Soekarno yang ditandai dengan Supersemar pada tahun 1966.